Bagaimana Cara Pemindahan Material Secara Manual


Bagaimana Cara Pemindahan Material Secara Manual

Pemindahan bahan yang dilakukan secara manual dan tidak dilakukan secara ergonomis maka akan menimbulkan kecelakaan dalam industri. Kecelakaan industri dapat disebut sebagai Over exertion lifting and caryying ialah kerusakan jaringan tubuh yang diakibatkan oleh beban angkat yang berlebih. Rasa nyeri yang kronis membutuhkan proses penyembuhan yang cukup lama. selain itu biaya yang dikeluarkan ialah bagian yang dominan dari keseluruhan kecelakaan. 

Faktor yang mempengaruhi timbulnya nyeri punggung (back injury) ialah arah beban yang diangkat frekuensi aktivitas pemindahan. Ada beberapa resiko nyeri yang sering ditemui pada beberapa industri, seperti industri berat, pertambangan, pemindahan material, kontruksi, pertanian, rumah sakit dan lain sebagainya. Back injury dapat juga diakibatkan oleh pengaruh pemindahan beban pada aktivitas rumah tangga dan rekreasi. Hal tersebut dapat dikurangi dengan cara mengadakan pelatihan , pendidikan dan  penyuluhan tentang pengaruh negatif serta perhatian khusus pada perancangan produk yang nantinya akan digunakan oleh masyarakat. Ada beberapa aktivitas yang dapat menimbulkan efek sampingan negatif (hazard), Sebagai berikut. Melakukan angkat beban berat di kantor atau perusahaan, mengangkat pasien dirumah sakit, menyebarkan benih tanaman di kebun, mengoperasikan peralatan kerja di industri manufaktur atau jasa dan lainnya. Ada beberapa parameter yang harus di perhatikan dalam mengangkat beban, antara lain.

  • Beban yang akan diangkat
  • Perbandingan beban antara berat badan dan orangnya.
  • Jarak Horizontal dari beban terhadap orangnya.
  • Ukuran beban yang memiliki dimensi besar akan mempengaruhi jarak yang lebih jauh dari tubuh dan dapat menghalangi jarak pandang.

Faktor Resiko

 Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi dalam pemindahan material, antara lain.

  • Berat beban yang akan diangkat dan perbandingan terhadap berat badan operator.
  • Jarak horizontal dari beban relatif terhadap operator.
  • Ukuran beban yang harus diangkat (beban yang berukuran besar) memiliki pusat massa yang letaknya jauh dari badan operator yang dapat menghalangi jarak pandang operator.
  • Ketinggian beban yang akan diangkat dan jarak perpindahan beban dimana mengangkat beban dari permukaan lantai akan relatif lebih sulit dilakukan dari pada mengangkat beban dari ketinggian pinggang.
  • Beban puntir yang ada pada badan operator selama angkat beban.
  • Melakukan prediksi terhadap beban kerja yang akan diangkat dimana hal ini dapat mengantisipasi beban yang lebih berat dari yang diperkirakan. 
  • Stabilitas beban yang diangkat dan kemudahan yang dapat dijangkau oleh pekerja.
  • Berbagai jenis rintangan yang dapat menghalangi atau keterbatasan postur tubuh pada suatu tempat kerja.
  • Kondisi kerja seperti, pengcahayaan, temperatur, kebisingan dan kelincinan lantai.
  • Banyaknya frekuensi angkat.
  • Melakukan metode angkat yang benar dimana tidak boleh megangkat beban secara tiba - tiba.
  • Tidak melakukan koordinasi kelompok kerja.
  • Mengangkat beban dalam suatu periode.

Pendekatan Untuk Mengurangi Resiko

Kebutuhan mengangkat beban secara manual harus diteliti secara ergonomis. Penelitian ini akan mengakibatkan standarisasi dalam aktivitas angkat manusia. Standar kemampuan mengangkat beban tidak hanya meliputi arah, tapi juga tentang ketinggian dan jarak operator terhadap beban yang diangkat. Pelatihan dalam mengangkat beban dan metode angkat beban terbaik harus diimplementasikan pada akhirnya. 

Penyelesaian Untuk Pemindahan Material Secara Teknis

Berikut ini teknis penyelesaian untuk pemindahan material secara manual, antara lain.
  • Memindahkan beban berat dari mesin ke mesin yang telah dirancang menggunakan roller (ban berjalan).
  • Menggunakan meja yang digerakkan naik turun untuk mengaja permukaan dari meja kerja serta bisa langsung dipakai untuk memasukkan lembaran logam lain kedalam mesin.
  • Letakkan benda kerja yang besar pada permukaan tinggi dan turunkan dengan bantuan gaya gravitasi.
  • Memberikan peralatan yang bisa mengangkat.
  • Perancangan Overhead Monorail dan Hoist bertenaga listrik untuk pergerakan vertikal maupun horizontal.
  • Merancang Hoist (fork truck) yang dikeling pada permukaan lantai dimana diutamakan yang bisa menggunakan power.
  • Melakukan desain kontak dengan disertai handel yang ergonomis sehingga memudahkan pada saat mengangkat.
  • Mengatur tataletak fasilitas sehingga dapat memudahkan metodologi angkat beban pada ketinggian permukaan pinggang.
  • Memberikan tanda atau angka pada beban sesuai dengan beratnya. 
  • Siapkan trolley dan pengungkit untuk mengangkat ujung dari drum.
  • Bebaskan area kerja dari gerakkan dan peletakan material yang dapat mengganggu jalur dari operator.
  • Menghindari lantai kerja dari sesuatu yang dapat membuat lantai licin sehingga dapat membahayakan operator pada perjalanan memindahkan material.
  • Membuat ruang kerja yang cukup untuk gerakan dinamis bebas operator.
  • Letakkan semua material sedekat mungkin dengan operator. 

Batasan Beban yang Boleh Diangkat

a. Angkat Secara Legal
    Digunakan untuk membantu mengurangi rasa nyeri, ngilu pada tulang belakang bagi para wanita. Hal ini juga akan mengurangi ketidaknyamaan kerja pada tulang belakang terutama pada operator untuk pekerjaan berat. Ada beberapa variable dalam batasan ini antara lain. 
  • Pria yang dibawah usia 16 tahun, maksimum angkat beban ialah 14 kg.
  • Pria yang berusia antara 16 tahun dan 18 tahun. maksimal angkat ialah 18 kg.
  • Pria yang berusia lebih dari 18 tahun, tidak ada batasan angkat.
  • Wanita dengan usia antara 16 tahun dan 18 tahun, maksimum angkat beban 11 kg.
  • Wanita yang berusia lebih dari 18 tahun, maksimum angkat ialah 16 kg.
Komperensi buruh intenasional yang telah mengeluarkan batasan angkat maksimum sebesar  55 kg yang diadakan pada tahun 1967. Standar ini ditujukan untuk batasan angkat bagi operator kerja yang terlatih serta berada pada lingkungan kerja yang ergonomis. Evaluasi resiko memuat beberapa petunjuk, antara lain.
  • Melakukan aktivitas kerja dengan posisi duduk, tidak direkomendasikan untuk mengangkat suatu obyek yang lebih dari 4,5 kg.
  • Apabila obyek yang diangkat lebih dari 16-20 kg, maka harus lebih hati - hati dalam melakukan evaluasi resiko dan juga dibutuhkan sistem pengendalian serta pengukuran yang sesuai.
  • Pekerja yang berusia lanjut tidak boleh mengangkat dan menurunkan benda yang lebih dari 50 kg tanpa bantuan peralatan. Mengadakan pelatihan untuk mempermudah penerapan metodologi cara angkut yang benar.
  • Apabila resiko berat yang dipindahan dihubungkan dengan faktor resiko pada saat jongkok, ketinggian obyek pada saat awal aktivitas angkat, jarak ketinggian angkat, jarak horizontal antara beban dan operator serta frekuensi angka. Hal tersebut dapat dievaluasi dengan cara menggunakan prosedur perhitungan yang telah di kodekan.
b. Angkat Biomekanika
   Rentang postur aktivitas kerja, ukuran beban dan ukuran manusia yang dievaluasi ialah nilai dari analisa biomekanika. Kriteria keselamatan ialah berdasarkan beban tekan pada intervertebrai disk antara lumbar nomor lima dan sacrum nomor satu ( L5/S1).

c. Angka fisiologi 
    Mempertimbangkan rata - rata beban metabolisme dari aktivitas angkat yang berulang dimana ditentukan oleh jumlah konsumsi oksigen yang merupakan metode pendekatan. Hal tersebut sangat penting untuk diperhatikan terutama dalam rangka menentukan batasan angkat. Kelelahan kerja disebabkan oleh aktivitas yang berulang - ulang dimana dapat meningkatkan risiko nyeri pada tulang belakang. Menurut Stevenson tahun 1987, Pengangkatan berulang dapat menyebabkan cedera trauma kumulatif atau cedera regangan berulang. 

d. Angka psiko-fisik 
     Berdasarkan eksperimen yang dilakukan agar mendapatkan berat pada berbagai keadaan dan ketinggian beban yang berbeda. Para pekerja memonitor perasaan masing - masing dan bisa mengukur berat beban sampai kemampuan angka maksimum menurut Snook tahun 1978. Ada beberapa kategori posisi angkat, antara lain. 
  • Permukaan lantai ke ketinggian genggaman tangan. 
  • Ketinggian genggaman tangan ke ketinggian bahu. 
  • Ketinggian bahu ke jangkuan tangan vertikal maksimum.

Berbagi
Suka dengan artikel ini? Ajak temanmu membaca :D
Posting Komentar